Langsung ke konten utama

6 Langkah Agar Anak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Jujur

 



Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan baik dan memiliki sifat-sifat yang mulia. Salah satu sifat mulia tersebut adalah jujur. Jujur dalam segala hal dan senantiasa menjauhi berbohong.
Kejujuran bisa terbentuk karena adanya  pembiasaan. Bila anak telah terbiasa jujur, akan ada dorongan dalam diri untuk selalu jujur dan ia akan merasa bersalah ketika harus berbohong. Oleh karena itu, kejujuran harus dibiasakan sedini mungkin, sejak anak sudah bisa berkomunikasi.
Nah, agar anak terbiasa berlaku jujur, orang tua bisa melakukan beberapa langkah sederhana, di antaranya adalah: 

1. Menjadi Role Model

Orang tua adalah panutan atau role model bagi anak-anaknya. Bagi anak-anak, orang tua adalah hero dan heroine. Tak heran, bila sering kali kita mendengar bahwa anak-anak adalah cerminan orang tuanya. 
Jadi, ketika orang tua ingin anaknya jujur, tak bisa tidak kecuali orang tua harus senantiasa berlaku jujur sebelumnya. Bagaimana anak akan tahu bahwa berbohong dan tidak jujur itu adalah keburukan jika orang tua justru selalu mempertontonkan hal ini? Bukankah anak itu ibarat spon yang siap menyerap apa saja yang dilihat, didengar, diamati, untuk kemudian ditirunya.

2. Beritahukan Keutamaan Jujur

Seringkali anak tidak memahami landasan setiap perbuatannya, termasuk mengapa dia harus jujur. Oleh karena itu, beritahukan  manfaat serta keutamaan jujur, jalan selamat dunia akhirat  pada anak. Lakukan ini  sedini mungkin agar  sifat baik ini tertanam lebih dalam di hatinya.

3. Beri Kepercayaan 


Membuat anak leluasa berekspresi tanpa dicurigai membuatnya lebih terdorong untuk jujur. Kepercayaan yang diberikan kepada mereka akan menjadi modal untuk berbuat baik dan berusaha tidak melanggar aturan. Sebaliknya, terlalu waswas hanya membuat mereka merasa dicurigai dan tidak tenang. Akhirnya, anak  malah lebih memilih menyembunyikan sesuatu dan tidak jujur pada orang tuanya.

4. Biasakan Berkomunikasi yang Baik

Kadang pada situasi tertentu, anak menyembunyikan sesuatu karena takut dimarahi. Karenanya, rangkul anak dengan kalimat yang tidak membuatnya takut dan dorong ia untuk tidak takut berterus terang. Pastikan dirinya aman saat jujur dengan berkomunikasi yang baik. Seburuk apa pun kondisinya, carilah bersama solusi terbaik dan pastikan Sahabat sebagai orang tua selalu melindunginya.

5. Hindari Memberi Label “Pembohong”


Terkadang anak berbohong, bukan karena sengaja tetapi karena ketidaktahuannya. Oleh karena itu, ketika anak terbukti tidak jujur, jangan terburu-buru menyebutnya pembohong. Carilah terlebih dahulu sebab mengapa anak "berbohong" ketika itu. 
Setelah anak menyebutkan alasan perbuatannya, arahkan ia agar tidak mengulanginya lagi. Ingat, jangan sekali-kali  menyebutnya pembohong. Anak yang sering dilabeli pembohong bisa jadi menunjukkan dirinya seperti yang dilabelkan.

6. Beri Pujian





Salah satu hal yang disukai anak adalah diberikan pujian. Sayangnya, sebagian orang tua justru lebih suka mencela anak ketika melakukan kesalahan, tetapi jarang memberi pujian ketika anak melakukan kebaikan.
Oleh karena itu, ketika anak jujur, jangan lupa dan sungkan untuk memberikan pujian kepadanya. Pujian ini akan membekas sehingga akan membuat anak lebih bersemangat berbuat baik sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya.
Lakukan semua langkah di atas dan semoga anak-anak kita menjadi qurrata a'yun, anak-anak yang akan menjadi penyejuk mata.
Aamiin.

Blog seputar tips-tips sederhana yang mudah dilakukan dan diperoleh. Informasi maupun kerja sama lebih lanjut silakan hubungi email abezahid99@gmail.com

Komentar